Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Karyawan
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol. 1 No. 2 Juli 2019 115
tujuan, dan segala program kegiatan yang dapat menaikkan citra Rumah Sakit Sumber
Kasih Kota Cirebon.
Kinerja karyawan merupakan faktor yang penting dalam mendorong kemajuan
organisasi, sehingga kinerja karyawan penting untuk ditingkatkan. Tujuan organisasi
tidak akan tercapai tanpa kerja yang baik dari karyawannya. (Susanty & Baskoro, 2012)
mendefinisikan “Kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang
dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas
kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”. Mendefinisikan bahwa”
Kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang
dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya”.
Karyawan yang memungkinkan memiliki kinerja tinggi adalah karyawan yang
memiliki tanggung jawab, taat pada aturan, jujur dalam bekerja, kerjasama yang
harmonis, dan memiliki prakarsa (Prihantoro, 2015). Apabila karyawan bekerja optimal
penuh kesadaran, maka tujuan organisasi akan lebih mudah tercapai.
Namun pada kenyataanya, kinerja karyawan tidak selamanya dalam keadaan
konstan, begitu pula dengan karyawan di Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon,
masih tampak lemahnya kinerja yang ditunjukkan dengan kurangnya tanggung jawab
terhadap pekerjaan, kurangnya prakarsa dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan,
dan kurang terlibatnya dalam proses kerjasama antar unit, kurang mematuhi aturan
disiplin dan sebagainya.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja, diantaranya adalah gaya
kepemimpinan, motivasi dan disiplin. Sebagai penggerak dalam organisasi, pemimpin
merupakan salah satu pemegang kunci dalam pencapaian tujuan organisasi.
Keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya tidak lepas dari kemampuan
pemimpinnya dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh organisasi. Sumber
daya tersebut termasuk karyawan yang bekerja di organisasi. Kepemimpinan dalam
organisasi turut berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Sebagaimana
dijelaskan (Mangkunegara, 2016) bahwa: “Kepemimpinan merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi kinerja seseorang dalam organisasi”.
Dalam memimpin sebuah organisasi, seorang pemimpin menggunakan cara-cara
atau gaya kepemimpinan. “Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang
digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi orang lain
seperti yang ia lihat”.
Disamping gaya kepemimpinan dan motivasi, disiplin turut menentukan kinerja
karyawan. Faktor kedisiplinan memegang peranan yang amat penting dalam
pelaksanaan kerja karyawan. Karyawan yang mempunyai tingkat kedisiplinan yang
tinggi akan tetap bekerja dengan baik walaupun tanpa diawasi oleh pimpinan. Karyawan
yang disiplin tidak akan mencuri waktu kerja untuk melakukan hal-hal yang tidak ada
kaitannya dengan pekerjaan, mentaati peraturan yang ada dengan kesadaran tinggi tanpa
ada rasa paksaan, yang pada akhirnya karyawan yang mempunyai kedisiplinan kerja