113
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Vol. 1 No. 2 Juli 2019
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN
KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Oxy Prabowo
Universitas Kuningan (UNIKU) Jawa Barat, Indonesia
Email: oxyprabowo79@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Diterima 10 Februari
2019
Diterima dalam bentuk
revisi 1 Maret 2019
Diterima dalam bentuk
revisi 1 Juni 2019
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap
kinerja karyawan. Metode penelitian ini menggunakan
analisis deskriptif dengan pendekatan korelasi. Hasil uji t
diperoleh bahwa nilai t
hitung
variabel motivasi (X
2
) memiliki
nilai p-value sebesar 0,000 <0,05 artinya signifikan,
sedangkan t
hitung
7,287 > dari t
tabel
1,987 artinya signifikan.
Hal tersebut berarti 7,287 (X
2
) motivasi secara parsial
berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Besarnya
pengaruh motivasi terhadap Kinerja karyawan adalah
sebesar 37,6%. 3) Terdapat pengaruh disiplin terhadap
Kinerja karyawan. Hasil uji t diperoleh bahwa nilai t
hitung
variabel motivasi (X
3
) memiliki nilai p-value sebesar 0,000
<0,05 artinya signifikan, sedangkan t
hitung
4,794 > dari t
tabel
1,987 artinya signifikan. Hal tersebut berarti 4,794 (X
3
)
disiplin secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja
Karyawan (Y). Besarnya pengaruh disiplin terhadap
Kinerja karyawan adalah sebesar 20,7%. 4) Terdapat
pengaruh yang signifikan antara Gaya Kepemimpinan
(X
1
), Motivasi (X
2
) dan disiplin (X3) terhadap Kinerja
Karyawan (Y) sebesar 0,739, hal ini menunjukkan bahwa
keempat variabel tersebut mempunyai pengaruh yang kuat
berada pada batasan tafsiran nilai R antara 0,60 0,799.
Abstract:
The purpose of this study was to determine the effect of
leadership style, motivation and work discipline on
employee performance. This research method uses
descriptive analysis with a correlation approach. T test
results showed that value
t
motivation variable(X
2)
has a p-
value of 0.000 <0.05 means that a significant, whereast
count>
7.287 t
table
1,987 significant meaning. This means that 7,287
(X
2
) motivation partially affects employee performance (Y).
The magnitude of the influence of motivation on employee
performance is 37.6%. 3) There is an influence of
discipline on employee performance. T test results showed
that value
t
motivation variable(X
3)
has a p-value of 0.000
<0.05 means that a significant, whereast
count>
4.794 t
table
1,987
Kata kunci:
kepemimpinan; motivasi
dan disiplin; kinerja
karyawan.
Oxy Prabowo
114 INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2 Juli 2019
Keywords:
leadership; motivation
and discipline; employee
performance.
significant meaning. This means that 4,794 (X
3
) discipline
partially affects employee performance (Y). The magnitude
of the influence of discipline on employee performance is
20.7%. 4) There is significant relationship between
leadership style
(X1),
motivation (X
2)
and discipline (X3) on
employee performance (Y) of 0.739, this shows that the four
variables has a strong influence in the boundaries
interpretation of the value of R between 0.60 0.799.
Coresponden author: Abdurokhim
Email: abdu.ocim@gmail.com
artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi
Pendahuluan
Melihat perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan kompetitif,
mensyaratkan organisasi untuk bersikap lebih responsif agar tetap bertahan. Setiap
organisasi dituntut untuk siap menghadapi perkembangan teknologi, kebutuhan
konsumen, dan persaingan yang ketat dengan organisasi lain. Organisasi yang ingin
tetap bertahan harus menghadapi perubahan tersebut dengan strategi masing - masing.
Salah satu strategi tersebut adalah dengan meningkatkan kinerja karyawannya. Dengan
mempertahankan kinerja karyawan tetap tinggi, kemungkinan besar organisasi akan
mampu bertahan dan berkembang.
Demikian pula halnya dengan Rumah Sakit, Menurut (Astuti & SH, 2009) rumah
Sakit merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang jasa yang memberikan
pelayanan medis kepada masyarakat dalam upaya menaikkan derajat kesehatan
masyarakat. Rumah Sakit juga harus mampu mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi karena hakikatnya pelayanan yang diberikan Rumah Sakit,
adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Saat ini keberhasilan sebuah rumah sakit sangat ditentukan oleh pengetahuan,
keterampilan, kreativitas dan motivasi karyawannya. Kebutuhan tenaga- tenaga terampil
di dalam berbagai bidang dalam sebuah Rumah Sakit sudah merupakan tuntutan dunia
global yang tidak bisa ditunda. Kehadiran teknologi dan sumber daya lain hanyalah alat
atau bahan pendukung, karena pada akhirnya SDM-lah yang paling menentukan. Salah
satu Rumah Sakit yang berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat
adalah Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon. Rumah Sakit Sumber Kasih Kota
Cirebon proaktif bergerak menuju perubahan bisnis yang kompetitif dan berupaya
menerapkan karakteristik tersendiri yaitu Good Clinical Governance. Rumah Sakit
Sumber Kasih Kota Cirebon sebagai BLU (Badan Layanan Umum) terus berupaya
meningkatkan pelayanan serta kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan.
Untuk mewujudkan layanan terbaiknya, Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon tentu
harus memiliki karyawan yang berkinerja maksimal untuk mendukung visi, misi,
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Karyawan
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol. 1 No. 2 Juli 2019 115
tujuan, dan segala program kegiatan yang dapat menaikkan citra Rumah Sakit Sumber
Kasih Kota Cirebon.
Kinerja karyawan merupakan faktor yang penting dalam mendorong kemajuan
organisasi, sehingga kinerja karyawan penting untuk ditingkatkan. Tujuan organisasi
tidak akan tercapai tanpa kerja yang baik dari karyawannya. (Susanty & Baskoro, 2012)
mendefinisikan “Kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang
dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas
kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”. Mendefinisikan bahwa”
Kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang
dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya”.
Karyawan yang memungkinkan memiliki kinerja tinggi adalah karyawan yang
memiliki tanggung jawab, taat pada aturan, jujur dalam bekerja, kerjasama yang
harmonis, dan memiliki prakarsa (Prihantoro, 2015). Apabila karyawan bekerja optimal
penuh kesadaran, maka tujuan organisasi akan lebih mudah tercapai.
Namun pada kenyataanya, kinerja karyawan tidak selamanya dalam keadaan
konstan, begitu pula dengan karyawan di Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon,
masih tampak lemahnya kinerja yang ditunjukkan dengan kurangnya tanggung jawab
terhadap pekerjaan, kurangnya prakarsa dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan,
dan kurang terlibatnya dalam proses kerjasama antar unit, kurang mematuhi aturan
disiplin dan sebagainya.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja, diantaranya adalah gaya
kepemimpinan, motivasi dan disiplin. Sebagai penggerak dalam organisasi, pemimpin
merupakan salah satu pemegang kunci dalam pencapaian tujuan organisasi.
Keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya tidak lepas dari kemampuan
pemimpinnya dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh organisasi. Sumber
daya tersebut termasuk karyawan yang bekerja di organisasi. Kepemimpinan dalam
organisasi turut berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Sebagaimana
dijelaskan (Mangkunegara, 2016) bahwa: “Kepemimpinan merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi kinerja seseorang dalam organisasi”.
Dalam memimpin sebuah organisasi, seorang pemimpin menggunakan cara-cara
atau gaya kepemimpinan. “Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang
digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi orang lain
seperti yang ia lihat”.
Disamping gaya kepemimpinan dan motivasi, disiplin turut menentukan kinerja
karyawan. Faktor kedisiplinan memegang peranan yang amat penting dalam
pelaksanaan kerja karyawan. Karyawan yang mempunyai tingkat kedisiplinan yang
tinggi akan tetap bekerja dengan baik walaupun tanpa diawasi oleh pimpinan. Karyawan
yang disiplin tidak akan mencuri waktu kerja untuk melakukan hal-hal yang tidak ada
kaitannya dengan pekerjaan, mentaati peraturan yang ada dengan kesadaran tinggi tanpa
ada rasa paksaan, yang pada akhirnya karyawan yang mempunyai kedisiplinan kerja
Oxy Prabowo
116 INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2 Juli 2019
yang tinggi akan mempunyai kinerja yang baik karena waktu kerja dimanfaatkan sebaik
mungkin untuk melaksanakan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.
Seperti yang dikemukakan (Siagian, 1998): “Disiplin kerja yaitu melaksanakan
segala sesuatu ketentuan dan peraturan kerja dengan baik”. Pentingnya peranan disiplin
dikemukakan oleh (Hasibuan, 2018) yang berpendapat bahwa: “Disiplin juga tidak
kalah pentingnya dengan prinsip-prinsip lainnya artinya disiplin setiap pegawai selalu
mempengaruhi hasil prestasi kerja. Oleh sebab itu dalam setiap organisasi perlu
ditegaskan disiplin pegawai-pegawainya. Melalui disiplin yang tinggi produktivitas
kerja pegawai pada pokoknya dapat ditingkatkan”. Intinya, dengan disiplin maka dapat
memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan kinerja seperti yang telah
direncanakan sebelumnya.
Maka dapat dipahami bahwa gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin dapat
berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada suatu organisasi, pimpinan menerapkan
gayanya yang tepat untuk menuntun, mengarahkan dan membimbing karyawan,
motivasi yang tinggi dari karyawan untuk bekerja secara maksimal dan penerapan
disiplin dengan penuh tanggung jawab sangatlah perlu untuk menciptakan suatu kinerja
yang tinggi.
Dari pemaparan diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
keempat variabel di atas (Variabel X1 Gaya Kepemimpinan), (Variabel X2 Motivasi),
(Variabel X3 Disiplin) dan (Variabel Y Kinerja Karyawan) dan dituangkan dalam
sebuah tesis yang berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin
Kerja terhadap Kinerja Karyawan Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon”.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode korelasional. Metode
deskriptif menurut (Soendari, 2012) adalah: “Metode yang bertujuan untuk
menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan
memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu”. Sedangkan menurut (Nasution,
2018) “Metode deskriptif adalah metode yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan
yang menyangkut sesuatu pada waktu sedang berlangsungnya proses riset”. Sementara
yang dimaksud penelitian deskriptif korelasional menurut Fox dalam Husein Umar
(2005:84) adalah: “Metode yang dirancang untuk menentukan tingkat hubungan
variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi. Peneliti dapat mengetahui berapa
besar kontribusi variabel-variabel bebas terhadap variabel terikatnya serta besarnya arah
hubungan yang terjadi”.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini antara lain adalah dengan: 1) studi
dokumentasi; 2) pengisian kuoesioner/angket. Sedang analysis data dapat dilengkapi
dengan menggunakan Analisis Data Deskriptif, Analisis Korelasi, dan Analisis Regresi.
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil Penelitian
1. Analisis Data Deskriptif
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Karyawan
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol. 1 No. 2 Juli 2019 117
a. Gambaran Gaya Kepemimpinan pada Rumah Sakit Sumber Kasih
Kota Cirebon
Untuk mengetahui gambaran Gaya Kepemimpinan pada Rumah Sakit
Sumber Kasih Kota Cirebon dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menghitung skor ideal, dengan cara mengalikan jumlah seluruh item
yang valid untuk variabel X
1
(20 bulir) dengan nilai tertinggi yaitu lima,
jadi 20 x 5 = 100
2) Menghitung interval dengan cara mengurangi skor ideal dengan jumlah
item, kemudian dikali 33%, maka 100 20 = 80 x 33% = 26,4
3) Menentukan skor atas, tengah, bawah, dengan kategori tinggi, sedang,
rendah berdasarkan perkiraan logis sebagai rujukan, dengan peluang
jumlah skor jawaban terendah 20, yaitu :
skor antara 74 100 = kategori tinggi (33 % skor atas)
skor antara 47 73 = kategori sedang (33 % skor tengah)
skor antara 20 46 = kategori rendah (33 % skor rendah)
4) Menghitung jumlah jawaban responden yang termasuk ke dalam kategori
tinggi, sedang, rendah, terhadap masing-masing variabel, kemudian
diprosentasekan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a) Penyajian data skor penilaian hasil perhitungan dari angket dengan N
= 90, berdasarkan skor terendah sampai skor tertinggi yaitu :
Tabel 1
Skor Data Hasil perhitungan dari angket Variabel X
1
Gaya Kepemimpinan
Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative
Percent
Valid
42.00
1
1.1
1.1
1.1
44.00
1
1.1
1.1
2.2
46.00
1
1.1
1.1
3.3
47.00
7
7.8
7.8
11.1
49.00
3
3.3
3.3
14.4
50.00
1
1.1
1.1
15.6
51.00
2
2.2
2.2
17.8
52.00
3
3.3
3.3
21.1
53.00
8
8.9
8.9
30.0
54.00
2
2.2
2.2
32.2
55.00
4
4.4
4.4
36.7
56.00
2
2.2
2.2
38.9
Oxy Prabowo
118 INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2 Juli 2019
57.00
8
8.9
8.9
47.8
58.00
3
3.3
3.3
51.1
59.00
4
4.4
4.4
55.6
60.00
2
2.2
2.2
57.8
61.00
4
4.4
4.4
62.2
62.00
5
5.6
5.6
67.8
63.00
3
3.3
3.3
71.1
64.00
3
3.3
3.3
74.4
65.00
2
2.2
2.2
76.7
66.00
3
3.3
3.3
80.0
67.00
4
4.4
4.4
84.4
68.00
1
1.1
1.1
85.6
69.00
1
1.1
1.1
86.7
70.00
3
3.3
3.3
90.0
71.00
3
3.3
3.3
93.3
75.00
1
1.1
1.1
94.4
77.00
2
2.2
2.2
96.7
81.00
1
1.1
1.1
97.8
82.00
2
2.2
2.2
100.0
Total
90
100.0
100.0
b) Menghitung frekuensi dan prosentase jawaban dari 90 responden
sebagaimana penulis sajikan dalam tabel berikut :
Tabel 2
Frekuensi dan Prosentasi Jawaban Responden
Terhadap Variabel X
1
(Gaya Kepemimpinan )
Kategori
Frekuensi
Prosentase (%)
Tinggi
6
6,67
Sedang
81
90
Rendah
3
3,33
Jumlah
90
100
1) Menentukan jumlah skor kriterium (SK) dengan menggunakan rumus :
SK = ST x JB x JR
= 5 x 20 x 90
= 9000
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Karyawan
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol. 1 No. 2 Juli 2019 119
2) Membandingkan jumlah skor hasil angket untuk variabel X
1
dengan jumlah
skor kriterium variabel X
1
, untuk mencari jumlah skor hasil angket variabel X
1
dengan menggunakan rumus :
n
i
xi
1
= x
1
+ x
2
+ ......+ x
n
n = 90
90
1i
xi
= 5331
Untuk melihat gambaran tentang Gaya Kepemimpinan pada Rumah
Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon dalam bentuk persen maka dilakukan
perhitungan sebagai berikut :
=
iumSkorkriter
Skorangket
x 100 %
=
%100
9000
5331
x
= 59,23%
3) Menentukan daerah kriterium menjadi tiga tingkatan yaitu rendah, sedang dan
tinggi. Dari perhitungan persentase diatas dapat diperoleh dengan parameter
prosentase sebagai berikut :
Daerah rendah pada interval = 1 % - 33 %
Daerah sedang pada interval = 34 % - 67 %
Daerah tinggi pada interval = 68 % - 100 %
Nilai variabel X
1
sebesar 59,23% terletak pada daerah kriterium sedang
yang berada pada interval 34% - 67%. Dengan demikian daerah kriterium
Variabel X
1
sebesar 59,23% dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 4.1
Kedudukan variabel X
1
dalam kontinum
Dari hasil pengolahan dan analisis data, maka dapat diperoleh gambaran
bahwa Gaya Kepemimpinan pada Rumah Sakit Sumber Kasih Kota
Cirebon telah mencapai 59,23% dari kriteria yang ditetapkan dan hal ini
termasuk pada kategori kriterium sedang, dengan jarak interval 34% - 67%
dari prosentase tersebut menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan pada
Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon sudah cukup baik.
2. Pengujian Hipotesis
a. Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X
1
) terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Untuk mengetahui besarnya pengaruh Gaya Kepemimpinan (X
1
)
secara individual (parsial) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dapat dilihat
Rendah
Sedang
Tinggi
59,23%
0 %
34 %
68 %
100 %
Oxy Prabowo
120 INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2 Juli 2019
dari nilai t pada tabel Coefficients dibawah ini dengan kriteria pengujian jika
tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis diterima. Adapun
hasil pengujian hipotesis tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 3
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
12.894
4.354
2.961
.004
Gaya
Kepemimpinan
.560
.073
.634
7.698
.000
a. Dependent Variable: KINERJA
Berdasrakan tabel 3 hasil uji t diperoleh bahwa nilai t
hitung
variabel
Gaya Kepemimpinan (X
1
) memiliki nilai sebesar p-value 0,000 <0,05
artinya signifikan, sedangkan t
hitung
7,698 > dari t
tabel
1,987 artinya
signifikan. (t
tabel
1,987 diperoleh dari derajat kebebasan (df) n-3 atau 90-
3=87, dengan rumus pada microsoft excel menggunakan = tinv (0,05,87).
Hal tersebut berarti Gaya Kepemimpinan (X
1
) secara parsial memiliki
pengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hal tersebut berarti menerima
hipotesis Hi yang menyatakan: Terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan
terhadap Kinerja Karyawan”.
Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Gaya
Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan dapat dilihat dari hasil
perhitungan koefisien determinasi pada tabel dibawah ini:
Tabel 4
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate
1
.634
a
.402
.396
6.03236
a. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan
Dari tabel di atas terlihat bahwa R Square sebesar 0,402, hal ini berarti
bahwa 40,2% Kinerja Karyawan dipengaruhi oleh variabel Gaya
Kepemimpinan, sedangkan sisanya 59,8% dipengaruhi oleh faktor lain.
b. Pengaruh Motivasi (X
2
) terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Untuk mengetahui besarnya pengaruh Motivasi (X
2
) secara individual
(parsial) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dapat dilihat dari nilai t pada tabel
Coefficients dibawah ini dengan kriteria pengujian jika tingkat signifikansi
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Karyawan
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol. 1 No. 2 Juli 2019 121
lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis diterima. Adapun hasil pengujian
hipotesis tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 5
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
17.434
3.981
4.379
.000
MOTIVAS
I
.471
.065
.613
7.287
.000
a. Dependent Variable: Kinerja
Berdasrakan tabel 5 hasil uji t diperoleh bahwa nilai t
hitung
variabel
Motivasi (X
2
) memiliki nilai sebesar p-value 0,000 <0,05 artinya signifikan,
sedangkan t
hitung
7,287 > dari t
tabel
1,987 artinya signifikan. (t
tabel
1,987
diperoleh dari derajat kebebasan (df) n-3 atau 90-3=87, dengan rumus pada
microsoft excel menggunakan = tinv (0,05,87). Artinya Motivasi (X
2
) secara
parsial berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hal tersebut berarti
menerima hipotesis Hi yang menyatakan: Terdapat pengaruh Motivasi
terhadap Kinerja Karyawan”.
Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Motivasi
terhadap Kinerja Karyawan dapat dilihat dari hasil perhitungan koefisien
determinasi pada tabel dibawah ini:
Tabel 6
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate
1
.613
a
.376
.369
6.16260
a. Predictors: (Constant), Motivasi
Dari tabel di atas terlihat bahwa R Square sebesar 0,378, hal ini berarti
bahwa 37,6% Kinerja Karyawan dipengaruhi oleh variabel Motivasi,
sedangkan sisanya 62,4% dipengaruhi oleh faktor lain.
c. Pengaruh Disiplin (X
3
) terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Untuk mengetahui besarnya pengaruh Disiplin (X
3
) secara individual
(parsial) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dapat dilihat dari nilai t pada tabel
Coefficients dibawah ini dengan kriteria pengujian jika tingkat signifikansi
lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis diterima. Adapun hasil pengujian
hipotesis tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 7
Oxy Prabowo
122 INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2 Juli 2019
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
24.183
4.621
5.234
.000
DISIPLIN
.503
.105
.455
4.794
.000
a. Dependent Variable: Kinerja
Berdasarakan tabel 7 hasil uji t diperoleh bahwa nilai t
hitung
variabel
Motivasi (X
3
) memiliki nilai sebesar p-value 0,000 <0,05 artinya signifikan,
sedangkan t
hitung
4,794 > dari t
tabel
1,987 artinya signifikan. (t
tabel
1,987
diperoleh dari derajat kebebasan (df) n-3 atau 90-3=87, dengan rumus pada
microsoft excel menggunakan = tinv (0,05,87). Artinya Disiplin (X
3
) secara
parsial berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hal tersebut berarti
menerima hipotesis Hi yang menyatakan: Terdapat pengaruh Disiplin
terhadap Kinerja Karyawan”.
Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin
terhadap Kinerja Karyawan dapat dilihat dari hasil perhitungan koefisien
determinasi pada tabel dibawah ini :
Tabel 8
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate
1
.455
a
.207
.198
6.94870
a. Predictors: (Constant), Disiplin
Dari tabel di atas terlihat bahwa R Square sebesar 0,207, hal ini berarti
bahwa 20,7% Kinerja Karyawan dipengaruhi oleh variabel disiplin,
sedangkan sisanya 79,3% dipengaruhi oleh faktor lain.
d. Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X
1
), Motivasi (X
2
) dan Disiplin (X
3
)
terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh bersama-sama Gaya
Kepemimpinan (X1) Motivasi (X2) dan Disiplin (X3) terhadap Kinerja
Karyawan (Y), diuji dengan uji F, hasil pengujian dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:
Tabel 9
ANOVA
b
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Karyawan
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol. 1 No. 2 Juli 2019 123
Model
Sum of
Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
2926.034
3
975.345
34.480
.000
a
Residual
2432.689
86
28.287
Total
5358.722
89
a. Predictors: (Constant), Disiplin, Motivasi, Gaya Kepemimpinan
b. Dependent Variable: Kinerja
Berdasarkan tabel hasil uji anova atau F test didapat F
hitung
sebesar 34,480
dengan tingkat signifikansi 0,000. Hal itu berarti variabel Gaya Kepemimpinan (X
1
)
Motivasi (X
2
) dan disiplin (X3) secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel
Kinerja Karyawan (Y). Hasil uji F tersebut memiliki nilai p-value 0,000 <0,05
artinya signifikan, sedangkan t
hitung
34,480 > dari t
tabel
2,709, artinya signifikan. (t
tabel
2,709 diperoleh dari df1=k-1 dan df2 = n-k, k adalah jumlah variabel dependen dan
independen, maka df1 =4-1 =3 dan df2= 90-3=87, dengan rumus pada microsoft
excel menggunakan = finv (0,05,3,87). Artinya Gaya Kepemimpinan (X
1
) Motivasi
(X
2
) dan disiplin (X3) secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan
(Y). Hal tersebut berarti menerima hipotesis Hi yang menyatakan: Terdapat
pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan disiplin terhadap Kinerja Karyawan”.
Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Gaya Kepemimpinan,
Motivasi dan disiplin terhadap Kinerja Karyawan dapat dilihat dari hasil perhitungan
koefisien determinasi pada tabel dibawah ini :
Tabel 10
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate
1
.739
a
.546
.530
5.31856
a. Predictors: (Constant), Disiplin, Motivasi, Gaya
Kepemimpinan
Dari tabel di atas terlihat bahwa Adjusted R Square sebesar 0,530, hal ini
berarti bahwa 53% Kinerja Karyawan dipengaruhi oleh variabel Gaya
Kepemimpinan, Motivasi dan disiplin, sedangkan sisanya 47% dipengaruhi oleh
faktor lain.
e. Analisis Korelasi
Analisis korelasi yang digunakan adalah analisis korelasi ganda. Analisis ini
digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel Gaya Kepemimpinan (X
1
)
Motivasi (X
2
) dan disiplin (X3) dengan Kinerja Karyawan (Y) secara bersama-sama.
Tabel 11
Oxy Prabowo
124 INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2 Juli 2019
Correlations
GAYA
KEPEMIMPI
NAN
MOTIVA
SI
DISIPLI
N
KINERJ
A
Gaya Kepemimpinan
Pearson Correlation
1
.440
**
.576
**
.634
**
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
N
90
90
90
90
Motivasi
Pearson Correlation
.440
**
1
.332
**
.613
**
Sig. (2-tailed)
.000
.001
.000
N
90
90
90
90
Disiplin
Pearson Correlation
.576
**
.332
**
1
.455
**
Sig. (2-tailed)
.000
.001
.000
N
90
90
90
90
Kinerja
Pearson Correlation
.634
**
.613
**
.455
**
1
Sig. (2-tailed)
.000
.000
.000
N
90
90
90
90
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Dari tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh Gaya
Kepemimpinan (X
1
) dengan Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,634, dan p-value
0,000< 0,05 maka signifikan. Angka sebesar 0,634 jika dikonsultasikan pada tabel
Batasan dan Tafsiran Nilai r menurut Sugiyono (2005:216) maka termasuk pada
kategori pengaruh yang kuat dengan batasan 0,60 - 0,799.
Terdapat pengaruh Motivasi (X
2
) dengan Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,613
dan p-value 0,000< 0,05 maka signifikan. Angka sebesar 0,613 jika dikonsultasikan
pada tabel Batasan dan Tafsiran Nilai r menurut Sugiyono (2005:216) maka
termasuk pada kategori pengaruh yang kuat dengan batasan 0,60 - 0,799.
Terdapat pengaruh Disiplin (X
3
) dengan Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,455
dan p-value 0,000< 0,05 maka signifikan. Angka sebesar 0,455 jika dikonsultasikan
pada tabel Batasan dan Tafsiran Nilai r menurut Sugiyono (2005:216) maka
termasuk pada kategori pengaruh yang sedang dengan batasan 0,40 0, 599.
Sementara hasil korelasi ganda dapat dilihat dari output model summary pada
tabel 4.25 diperoleh angka R sebesar 0,739. Untuk dapat memberikan penafsiran
terhadap koefisien korelasi yang diperoleh maka dikonsultasikan dengan Batasan dan
Tafsiran Nilai r menurut Sugiyono (2005:216) dan angka R sebesar 0,739 termasuk
pada kategori kuat dengan batasan 0,60 - 0,799.
B. Pembahasan
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Karyawan
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol. 1 No. 2 Juli 2019 125
Setelah melakukan pengolahan dan analisis data yang diperoleh dari jawaban
terhadap angket yang disebar kepada responden mengenai Gaya Kepemimpinan
(X
1
), Motivasi (X
2
), Disiplin (X
3
) dan Kinerja Karyawan (Y) maka diperoleh
gambaran sebagai berikut :
Gambar 12
Diagram Pengaruh Variabel Penelitian
Keterangan:
X
1
= Variabel Gaya Kepemimpinan
X
2
= Variabel Motivasi
X
3
= Variabel Disiplin
Y = Variabel Kinerja Karyawan
1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan
Pengujian secara parsial pengaruh variabel Gaya Kepemimpinan terhadap
Kinerja Karyawan diperoleh hasil bahwa variabel Gaya Kepemimpinan dapat
memprediksi Kinerja Karyawan secara positif. Nilai signifikansi sebesar 0,000
mengandung arti bahwa hipotesis diterima. Apabila dilihat dari uji t diperoleh
bahwa nilai t
hitung
sebesar 7,698 sedangkan nilai t
tabel
sebesar 1,987. Dengan
demikian diketahui bahwa t
hitung
> t
tabel
artinya bahwa hipotesis yang telah
dirumuskan sebelumnya yang menyatakan bahwa Terdapat pengaruh Gaya
Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan diterima atau terbukti. Atau dengan
kata lain Gaya Kepemimpinan dapat memprediksi peningkatan Kinerja Karyawan.
Adapun besarnya pengaruh positif Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja
Karyawan adalah sebesar 40,2%.
Hasil penelitian yang telah digambarkan sebelumnya menunjukkan bahwa
Gaya Kepemimpinan sudah cukup mendukung terhadap kinerja Karyawan. Hal ini
ditunjukkan oleh pendapat dari 90 orang Karyawan yang dijadikan responden
bahwa Gaya Kepemimpinan berada pada kategori sedang sebesar 90% atau
X
1
X
2
Y
X
1
Y=0,402
X
3
Y=0,207
X
2
Y=0,376
X
3
X
1
X
2
X
3
Y=0,530
Oxy Prabowo
126 INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2 Juli 2019
sebanyak 81 orang, dan 6,67% atau 6 orang berpendapat tinggi. Sedangkan yang
berpendapat rendah sebanyak 3 orang atau 3,33%.
Mengacu pada hipotesis penelitian yang mengungkapkan bahwa Terdapat
pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan ”, yang berarti bahwa
untuk meningkatkan Kinerja Karyawan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan
Gaya Kepemimpinan.
Seorang pemimpin dapat melakukan berbagai cara dalam kegiatan
mempengaruhi orang lain atau bawahan agar melakukan tindakan-tindakan yang
selalu terarah terhadap pencapaian tujuan organisasi. Cara ini mencerminkan sikap
dan pandangan pemimpin terhadap orang yang dipimpinnya, dan merupakan
gambaran kepemimpinannya.
Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja Karyawan melalui
gaya kepemimpinan dengan Memberikan instruksi yang tepat, melakukan
pengawasan secara kontinyu, memberi kesempatan berkomentar pada bawahan, dan
melimpahkan wewenang sesuai dengan bidang pekerjaanya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh Gaya Kepemimpinan dengan
terhadap Karyawan, sejalan dengan pendapat Hasil penelitian ini didukung oleh
pendapat (Rani & Mayasari, 2015) adalah Gaya kepemimpinan yang bervariasi dari
satu situasi ke situasi lainnya dalam mendorong ataupun mengarahkan para
bawahan sesuai tingkat perkembangan dan kematangan orang-orang yang dipimpin.
Gaya kepemimpinan situasional akan menerapkan suatu gaya tertentu berdasarkan
pertimbangan atas faktor-faktor seperti pemimpin, pengikut, dan situasi, dalam arti
struktur tugas, peta kekuasaan, dan dinamika kelompok.
Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa terdapat pengaruh Gaya
Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan. Berkaitan dengan penelitian ini, dari
hasil analisis data yang didukung oleh pendapat di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan,
sekaligus menerima hipotesis yang diajukan sebelumnya yaitu: ”Terdapat Pengaruh
Gaya Kepemimpinan terhadap kinerja Karyawan ”.
2. Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Pengujian secara parsial pengaruh variabel Motivasi terhadap Kinerja
Karyawan diperoleh hasil bahwa variabel Motivasi dapat memprediksi Kinerja
Karyawan secara positif. Nilai signifikansi sebesar 0,000 mengandung arti bahwa
hipotesis diterima. Apabila dilihat dari uji t diperoleh bahwa nilai t
hitung
sebesar
7,287 sedangkan nilai t
tabel
sebesar 1,987. Dengan demikian diketahui bahwa t
hitung
>
t
tabel
artinya bahwa hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya yang menyatakan
bahwa Terdapat pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan diterima atau
terbukti. Atau dengan kata lain Motivasi dapat memprediksi peningkatan Kinerja
Karyawan. Adapun besarnya pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan adalah
sebesar 37,6%.
Hasil penelitian yang telah digambarkan sebelumnya menunjukkan bahwa
motivasi sudah cukup mendukung terhadap kinerja Karyawan. Hal ini ditunjukkan
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Karyawan
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol. 1 No. 2 Juli 2019 127
oleh pendapat dari 90 orang Karyawan yang dijadikan responden bahwa motivasi
kerja Karyawan berada pada kategori sedang sebesar 85,56% atau sebanyak 77
orang, dan 11,11% atau 10 orang berpendapat tinggi. Sedangkan yang berpendapat
rendah sebanyak 3 orang atau 3,33%.
Mengacu pada hipotesis penelitian yang mengungkapkan bahwa Terdapat
pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan”, yang berarti bahwa untuk
meningkatkan Kinerja Karyawan dapat ditingkatkan melalui Motivasi.
Motivasi adalah daya pendorong mengakibatkan seorang anggota organisasi
mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau
keterampilan tenaga dan waktu untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang
menjadi tanggung jawabnya dan melaksanakan kewajibannya dalam rangka
pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan
sebelumnya.
Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Kinerja melalui Motivasi ini
diantaranya dengan pengakuan atas hasil kerja, memberikan pekerjaan menarik dan
memberi kesempatan untuk maju.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh Motivasi terhadap Kinerja
Karyawan, sejalan dengan pendapat (Miftah, 2015) mengemukakan bahwa:
”Motivasi tercermin dari keinginan seseorang dalam mengambil tugas secara
konsisten, bertanggung jawab atas perbuatannya dan berusaha untuk mengatasi
segala tantangan dan hambatan dalam upaya mencapai tujuan yang ingin dicapai”.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Kinerja Karyawan dapat
meningkat dengan adanya Motivasi.
3. Pengaruh Disiplin terhadap Kinerja Karyawan
Pengujian secara parsial pengaruh variabel Disiplin terhadap Kinerja
Karyawan diperoleh hasil bahwa variabel Disiplin dapat memprediksi Kinerja
Karyawan secara positif. Nilai signifikansi sebesar 0,000 mengandung arti bahwa
hipotesis diterima. Apabila dilihat dari uji t diperoleh bahwa nilai t
hitung
sebesar
4,794 sedangkan nilai t
tabel
sebesar 1,987. Dengan demikian diketahui bahwa t
hitung
>
t
tabel
artinya bahwa hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya yang menyatakan
bahwa “Terdapat pengaruh Disiplin terhadap Kinerja Karyawan” diterima atau
terbukti. Atau dengan kata lain Disiplin dapat memprediksi peningkatan Kinerja
Karyawan. Adapun besarnya pengaruh Disiplin terhadap Kinerja Karyawan adalah
sebesar 20,7%.
Hasil penelitian yang telah digambarkan sebelumnya menunjukkan bahwa
Disiplin sudah cukup mendukung terhadap kinerja Karyawan. Hal ini ditunjukkan
oleh pendapat dari 90 orang Karyawan yang dijadikan responden bahwa Disiplin
berada pada kategori sedang sebesar 85,56% atau sebanyak 77 orang, dan 5,55%
atau 5 orang berpendapat tinggi. Sedangkan yang berpendapat rendah sebanyak 8
orang atau 8,89%.
Oxy Prabowo
128 INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2 Juli 2019
Mengacu pada hipotesis penelitian yang mengungkapkan bahwa Terdapat
pengaruh Disiplin terhadap Kinerja Karyawan”, yang berarti bahwa untuk
meningkatkan Kinerja Karyawan dapat ditingkatkan melalui Disiplin.
Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri pegawai dan pelaksanaan yang
teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam sebuah
organisasi. Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Kinerja melalui disiplin
ini diantaranya dengan tepat pada waktu dan taat pada peraturan di tempat kerja.
a. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja
Karyawan
Pengujian secara bersama-sama pengaruh variabel Gaya Kepemimpinan
Motivasi dan disiplin terhadap Kinerja Karyawan diperoleh hasil bahwa variabel
Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Karyawan dapat memprediksi Kinerja
Karyawan secara bersama-sama. Nilai signifikansi sebesar 0,000 mengandung arti
bahwa hipotesis diterima. Apabila dilihat dari uji F diperoleh bahwa nilai t
hitung
sebesar 34,480 sedangkan nilai t
tabel
sebesar 2,709. Dengan demikian diketahui
bahwa t
hitung
> t
tabel
artinya bahwa hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya
yang menyatakan bahwa Terdapat pengaruh yang signifikan Gaya
Kepemimpinan, Motivasi dan disiplin terhadap Kinerja Karyawan diterima atau
terbukti. Atau dengan kata lain Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan disiplin
terhadap dapat memprediksi peningkatan Kinerja Karyawan. Adapun besarnya
pengaruh positif Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja
Karyawan adalah sebesar 53%.
Mengacu pada hipotesis penelitian yang mengungkapkan bahwa Terdapat
pengaruh Gaya Kepemimpinan Motivasi dan disiplin terhadap Kinerja Karyawan”,
yang berarti bahwa Kinerja Karyawan dapat ditingkatkan dengan Gaya
Kepemimpinan Motivasi dan disiplin.
Sementara hasil korelasi ganda antara Variabel Gaya Kepemimpinan (X
1
)
Motivasi (X
2
) dan Disiplin (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) diperoleh angka R
sebesar 0,739. Hal ini menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut mempunyai
pengaruh yang kuat berada pada batasan tafsiran nilai R antara 0,60 0,799.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan
sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh Gaya
Kepemimpinan pada Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon terhadap Kinerja
karyawan. Hasil uji t diperoleh bahwa nilai t
hitung
variabel Gaya Kepemimpinan (X
1
)
memiliki nilai p-value sebesar 0,000 <0,05 artinya signifikan, sedangkan t
hitung
7,698 >
dari t
tabel
1,987 artinya signifikan. Hal tersebut berarti 7,698 (X
1
) secara parsial
berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Besarnya pengaruh gaya kepemimpinan
terhadap Kinerja karyawan adalah sebesar 40,2%. 2) Terdapat pengaruh motivasi
terhadap Kinerja karyawan. Hasil uji t diperoleh bahwa nilai t
hitung
variabel motivasi
(X
2
) memiliki nilai p-value sebesar 0,000 <0,05 artinya signifikan, sedangkan t
hitung
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Karyawan
INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol. 1 No. 2 Juli 2019 129
7,287 > dari t
tabel
1,987 artinya signifikan. Hal tersebut berarti 7,287 (X
2
) motivasi
secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Besarnya pengaruh
motivasi terhadap Kinerja karyawan adalah sebesar 37,6%. 3) Terdapat pengaruh
disiplin terhadap Kinerja karyawan. Hasil uji t diperoleh bahwa nilai t
hitung
variabel
motivasi (X
3
) memiliki nilai p-value sebesar 0,000 <0,05 artinya signifikan, sedangkan
t
hitung
4,794 > dari t
tabel
1,987 artinya signifikan. Hal tersebut berarti 4,794 (X
3
) disiplin
secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Besarnya pengaruh disiplin
terhadap Kinerja karyawan adalah sebesar 20,7%. 4) Terdapat pengaruh yang
signifikan antara Gaya Kepemimpinan (X
1
), Motivasi (X
2
) dan disiplin (X3) terhadap
Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,739, hal ini menunjukkan bahwa keempat variabel
tersebut mempunyai pengaruh yang kuat berada pada batasan tafsiran nilai R antara
0,60 0,799.
Oxy Prabowo
130 INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol. 1 No. 2 Juli 2019
Bibliografi
Astuti, E. K., & SH, M. (2009). Transaksi Terapeutik dalam Upaya Pelayanan Medis di
Rumah Sakit. Citra Aditya Bakti.
Hasibuan, S. M. (2018). Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Motivasi
Kerja terhadap Kinerja. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 1(1), 71
80.
Mangkunegara, A. A. A. P. (2016). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. PT.
Remaja Rosdakarya.
Miftah, T. (2015). Perilaku organisasi konsep dasar dan aplikasinya.
Nasution, M. K. (2018). Penggunaan metode pembelajaran dalam peningkatan hasil
belajar siswa. Studia Didaktika, 11(01), 916.
Prihantoro, A. (2015). Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Melalui Motivasi,
Disiplin, Lingkungan Kerja, Dan Komitmen. Deepublish.
Rani, I. H., & Mayasari, M. (2015). Pengaruh Penilaian Kinerja Terhadap Kinerja
Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi,
Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 3(2), 164170.
Siagian, S. P. (1998). Organisasi Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi, Jakarta:
CV. Haji Mas Agung.
Soendari, T. (2012). Metode Penelitian Deskriptif. Bandung, UPI. Stuss, Magdalena &
Herdan, Agnieszka, 17.
Susanty, A., & Baskoro, S. W. (2012). Pengaruh motivasi kerja dan gaya kepemimpinan
terhadap disiplin kerja serta dampaknya pada kinerja karyawan (studi kasus pada
pt. Pln (persero) apd semarang). J@ Ti Undip: Jurnal Teknik Industri, 7(2), 7784.